Keefektifan model pembelajaran kooperatif dengan metode Team Games Tournament (TGT) secara dominan hanya diterapkan pada pendidikan dasar dan menengah tanpa mengkaji tahapan pelaksanaanya. Studi ini ditujukan guna menganalisis dampak implementasi metode Team Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan kecakapan teknik dasar pembelajaran bola voli pada tingkatan perguruan tinggi. Penelitian ini menerapkan teknik kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group. Jumlah sampel yang berpartisipasi sebesar 30 mahasiswa yang menempuh pembelajaran bola voli, dan dibagi menjadi dua kelompok (eksperimen dan kontrol). Pengambilan data tes awal dan tes akhir menggunakan tes keterampilan bola voli (servis, smash, passing atas, passing bawah dan blok). Hasil tes kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil analisis penelitian mengindikasikan pada seluruh keterampilan pembelajaran bola voli, peningkatan pada kelompok yang diintervensi lebih besar dari pada kelompok pembanding. Pada keterampilan servis (21,77 > 9,23), keterampilan smash (22,0 > 9,00), keterampilan passing atas (21,53 > 9,47), keterampilan passing bawah ( 22,30 > 8,70), keterampilan blok (21,90 > 9,10). Nilai signifikansi perbedaan antara kedua kelompok sebesar 0,000 (< 0,05) pada kelima teknik dasar. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat selisih substansial antara kelompok eksperiment (TGT) dan dengan kelompok kontrol pada kelima teknik dasar keterampilan pembelajaran bola voli. Oleh karena itu penggunaan model belajar kooperatif dengan metode TGT memberikan pengaruh terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar dalam pembelajaran bola voli.
Copyrights © 2026