Performa kayak slalom ditentukan oleh kemampuan atlet memadukan tuntutan fisik, teknik, pengambilan keputusan cepat, dan pengelolaan respons psikologis ketika menavigasi lintasan berarus. Bukti mengenai faktor psikologis pada kayak slalom masih terbatas, padahal kesalahan fokus atau pengambilan keputusan dapat meningkatkan waktu tempuh dan penalti. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kecerdasan emosi dan determinasi dengan skor performa kayak slalom pada atlet Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 15 atlet dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria memiliki pengalaman kompetisi sekurang-kurangnya satu tahun pada tingkat regional atau nasional. Kecerdasan emosi dan determinasi diukur menggunakan instrumen psikometri olahraga yang merujuk pada Tangkudung, sedangkan performa dihitung dari waktu penyelesaian lintasan ditambah penalti sentuhan atau gerbang yang terlewat. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear multipel. Kecerdasan emosi berhubungan negatif dan signifikan dengan skor performa (r = −0,68; p < 0,01), demikian pula determinasi (r = −0,72; p < 0,01). Model yang memasukkan kedua prediktor secara simultan signifikan dan menjelaskan 75% variasi skor performa, R² = 0,75, F(2,12) = 18,00; p < 0,001. Karena skor yang lebih rendah menunjukkan performa yang lebih baik, hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosi dan determinasi yang lebih tinggi berkaitan dengan performa yang lebih baik pada sampel penelitian. Temuan ini mendukung pemantauan faktor psikologis sebagai pelengkap evaluasi fisik dan teknik atlet. Penelitian longitudinal dan eksperimental dengan sampel lebih besar diperlukan untuk menguji konsistensi hubungan serta efektivitas intervensi psikologis
Copyrights © 2026