Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global dan berpotensi mempengaruhi produktivitas tenaga kesehatan rumah sakit. Karakteristik pekerjaan melibatkan beban kerja tinggi, stres, kerja shift, serta keterbatasan waktu untuk menerapkan gaya hidup sehat menjadikan tenaga kesehatan kelompok rentan terhadap DMT2. Promosi kesehatan dan Sistem Informasi Kesehatan Kerja (SIKK) berpotensi menjadi strategi penting dalam pencegahan dan pengendalian DMT2 di lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko DMT2 pada tenaga kesehatan rumah sakit serta mengkaji peran promosi kesehatan dan SIKK dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian menggunakan metode systematic review dengan pendekatan sintesis naratif. Literatur diperoleh dari PubMed, Scopus, dan Web of Science, Google Scholar, SINTA, GARUDA yang relevan dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Sembilan artikel yang memenuhi syarat dianalisis untuk mengidentifikasi faktor risiko DMT2, strategi promosi kesehatan, serta pemanfaatan sistem informasi kesehatan kerja dalam pencegahan dan pengelolaan DMT2. Hasil sintesis menunjukkan bahwa faktor risiko utama DMT2 meliputi obesitas, gaya hidup sedentari, stres kerja, job strain, dan kerja shift malam. Kerja shift malam meningkatkan risiko DMT2 sebesar 15–40%, sedangkan job strain meningkatkan risiko hingga 30%. Gaya hidup sehat terbukti berdampak negatif terhadap kesehatan. Tingginya kasus DMT2 yang belum terdiagnosis menunjukkan pentingnya skrining berkala. Intervensi promosi kesehatan berbasis tempat kerja dan teknologi digital terbukti efektif meningkatkan perilaku hidup sehat, kesehatan mental, dan deteksi dini faktor risiko. Sementara itu, SIKK berperan dalam surveilans kesehatan, pemantauan faktor risiko, dukungan pengambilan keputusan, edukasi kesehatan, dan deteksi dini DMT2. Sebagai kesimpulan dari studi ini menunjukkan DMT2 pada tenaga kesehatan rumah sakit dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor kerja yang saling berinteraksi. Integrasi promosi kesehatan dengan SIKK dalam program K3 merupakan strategi potensial untuk meningkatkan deteksi dini, pengendalian faktor risiko, dan pencegahan DMT2 secara berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.
Copyrights © 2026