Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Kualitas Pelayanan Rujukan BPJS Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Sonder Kabupaten Minahasa Eirene Maria Pandoh
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21290

Abstract

Peningkatan pelayanan kesehatan diperlukan untuk memberikan kepuasan kepada pasien. Kualitas layanan yang baik muncul dari persepsi pasien yang mengharapkan pelayanan yang diterima sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kepuasan pasien pengguna BPJS terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Sonder Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan kuesioner penelitian yang telah melewati hasil uni validitas dan reliabilitas data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dari variabel kualitas pelayanan kesehatan (p=0,000), Reliability (p=0,002), Responsivness (p=0,004), Emphaty (p=0,003), Assurance (p=0,014) terhadap kepuasan pasien, dan tidak terdapat hubungan dari variabel tangibles (p=0,220) terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dimensi tangibles atau aspek fisik tidak terlalu memengaruhi kepuasan pasien BPJS di puskesmas tersebut, tetapi kualitas pelayanan rujukan pasien BPJS di pengaruhi oleh aspek kualitas pelayanan.
Hubungan Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Dengan Efektivitas Edukasi Digital Promosi Kesehatan DM Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Di RS Gunung Maria Tomohon Ake Royke Calvin Langingi; Vina Putri Patandung; Eirene Maria Pandoh
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8693

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that requires continuous health education to improve patients’ self-management abilities and prevent complications. The utilization of Hospital Management Information Systems (HMIS) in digital health education is expected to enhance the effectiveness of health promotion, particularly in outpatient services. This study aimed to analyze the relationship between using HMIS utilization and the effectiveness of digital health promotion education among patients with T2DM. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population consisted of outpatients with T2DM who received digital health education services. A total of 100 respondents were included in the study. The sampling technique used was consecutive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses. The statistical test applied was the Chi-square test with a significance level of p < 0.05. The results showed a significant relationship between using HMIS utilization and the effectiveness of digital education among patients with T2DM, with a p-value of 0.001 (p < 0.05). Better implementation of HMIS was associated with higher effectiveness of digital education, reflected in improved patient knowledge, understanding, and motivation in disease management. Optimizing HMIS as a digital education platform is recommended to improve service quality and disease management in healthcare facilities.
Epidemiologi DMT2 pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit: Tinjauan Sistematis tentang Peran Promosi Kesehatan dan Sistem Informasi Kesehatan Kerja dalam Implementasi K3 Ake Royke Calvin Langingi; Eirene Maria Pandoh; Priscila Evangelin Asa; James Komaling; Greita Marya Selina Timpal; Fadel Banna Palita
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati Vol. 11 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v11i3.683

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global dan berpotensi mempengaruhi produktivitas tenaga kesehatan rumah sakit. Karakteristik pekerjaan melibatkan beban kerja tinggi, stres, kerja shift, serta keterbatasan waktu untuk menerapkan gaya hidup sehat menjadikan tenaga kesehatan kelompok rentan terhadap DMT2. Promosi kesehatan dan Sistem Informasi Kesehatan Kerja (SIKK) berpotensi menjadi strategi penting dalam pencegahan dan pengendalian DMT2 di lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko DMT2 pada tenaga kesehatan rumah sakit serta mengkaji peran promosi kesehatan dan SIKK dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian menggunakan metode systematic review dengan pendekatan sintesis naratif. Literatur diperoleh dari PubMed, Scopus, dan Web of Science, Google Scholar, SINTA, GARUDA yang relevan dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Sembilan artikel yang memenuhi syarat dianalisis untuk mengidentifikasi faktor risiko DMT2, strategi promosi kesehatan, serta pemanfaatan sistem informasi kesehatan kerja dalam pencegahan dan pengelolaan DMT2. Hasil sintesis menunjukkan bahwa faktor risiko utama DMT2 meliputi obesitas, gaya hidup sedentari, stres kerja, job strain, dan kerja shift malam. Kerja shift malam meningkatkan risiko DMT2 sebesar 15–40%, sedangkan job strain meningkatkan risiko hingga 30%. Gaya hidup sehat terbukti berdampak negatif terhadap kesehatan. Tingginya kasus DMT2 yang belum terdiagnosis menunjukkan pentingnya skrining berkala. Intervensi promosi kesehatan berbasis tempat kerja dan teknologi digital terbukti efektif meningkatkan perilaku hidup sehat, kesehatan mental, dan deteksi dini faktor risiko. Sementara itu, SIKK berperan dalam surveilans kesehatan, pemantauan faktor risiko, dukungan pengambilan keputusan, edukasi kesehatan, dan deteksi dini DMT2. Sebagai kesimpulan dari studi ini menunjukkan DMT2 pada tenaga kesehatan rumah sakit dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor kerja yang saling berinteraksi. Integrasi promosi kesehatan dengan SIKK dalam program K3 merupakan strategi potensial untuk meningkatkan deteksi dini, pengendalian faktor risiko, dan pencegahan DMT2 secara berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.