Transformasi layanan konvensional menjadi layanan berbasis digital telah menjadi kebutuhan mendesak, terutama pada sistem penjadwalan dan reservasi daring. Namun, platform penjadwalan internasional yang ada memiliki keterbatasan dalam aspek personalisasi dan integrasi dengan ekosistem produktivitas lokal Indonesia. Penelitian ini mengembangkan Tsunagu, sebuah sistem reservasi daring berbasis web yang dilengkapi fitur personalisasi halaman reservasi, integrasi Google Calendar melalui OAuth 2.0, dan algoritma penjadwalan berbasis agen (agent-based scheduling) dengan protokol negosiasi dua fase. Sistem dikembangkan menggunakan model Waterfall dengan arsitektur modular tiga lapisan, memanfaatkan Next.js 15 sebagai kerangka kerja full-stack, PostgreSQL sebagai basis data, dan Prisma ORM sebagai penghubung. Algoritma penjadwalan mengadopsi model formal negosiasi dua fase yang menggunakan resolusi konflik berbasis kuorum. Pengujian fungsional menggunakan Black Box Testing terhadap 60 skenario pada tiga modul utama menghasilkan tingkat keberhasilan 100%. Pengujian kegunaan menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 30 responden memperoleh skor rata-rata 83,5 yang termasuk kategori Grade A atau Sangat Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Tsunagu mampu menyediakan platform penjadwalan yang lebih adaptif dan kontekstual untuk pengguna Indonesia.
Copyrights © 2026