Stroke merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kecacatan akibat gangguan motorik sehingga berdampak terhadap kemandirian dan lama perawatan pasien. Early warning score (EWS) digunakan untuk mendeteksi perubahan kondisi fisiologis, sedangkan kekuatan otot menggambarkan kemampuan fungsional pasien pascastroke. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan early warning score dan kekuatan otot dengan activity daily living (ADL) dan lama rawat pasien stroke di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan terhadap 59 pasien stroke rawat inap yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari 153 pasien pada periode Desember 2025 sampai Februari 2026. Sebagian besar responden berusia 50–69 tahun (61,0%), berjenis kelamin laki-laki (50,8%), dan mengalami serangan stroke pertama kali (67,8%). Instrumen penelitian menggunakan lembar EWS, Manual Muscle Test, Indeks Barthel, dan observasi status rawat inap. Analisis data menggunakan regresi dummy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EWS tidak berhubungan signifikan dengan ADL (p=0,505) maupun lama rawat (p=0,765). Sebaliknya, kekuatan otot berhubungan signifikan dengan ADL (p=0,000) dan lama rawat (p=0,003). Kekuatan otot berhubungan dengan tingkat kemandirian dan lama perawatan pasien stroke, sehingga perlu menjadi perhatian dalam intervensi rehabilitasi pascastroke.
Copyrights © 2026