French Ohoiner
Program Studi Magister Keperawatan, Program Pascasarjana, Universitas STRADA Indonesia, Kediri, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EARLY WARNING SCORE DAN KEKUATAN OTOT TERHADAP ACTIVITY DAILY LIVING DAN LAMA RAWAT PADA PASIEN STROKE DI RSUD SELE BE SOLU KOTA French Ohoiner; Andi Muh. Ali Imran; Nurwijayanti; Rahmania Ambarika
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nm14w559

Abstract

Stroke merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kecacatan akibat gangguan motorik sehingga berdampak terhadap kemandirian dan lama perawatan pasien. Early warning score (EWS) digunakan untuk mendeteksi perubahan kondisi fisiologis, sedangkan kekuatan otot menggambarkan kemampuan fungsional pasien pascastroke. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan early warning score dan kekuatan otot dengan activity daily living (ADL) dan lama rawat pasien stroke di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan terhadap 59 pasien stroke rawat inap yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari 153 pasien pada periode Desember 2025 sampai Februari 2026. Sebagian besar responden berusia 50–69 tahun (61,0%), berjenis kelamin laki-laki (50,8%), dan mengalami serangan stroke pertama kali (67,8%). Instrumen penelitian menggunakan lembar EWS, Manual Muscle Test, Indeks Barthel, dan observasi status rawat inap. Analisis data menggunakan regresi dummy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EWS tidak berhubungan signifikan dengan ADL (p=0,505) maupun lama rawat (p=0,765). Sebaliknya, kekuatan otot berhubungan signifikan dengan ADL (p=0,000) dan lama rawat (p=0,003). Kekuatan otot berhubungan dengan tingkat kemandirian dan lama perawatan pasien stroke, sehingga perlu menjadi perhatian dalam intervensi rehabilitasi pascastroke.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA, DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN, DAN LITERASI KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN ANTITROMBOSIS PASIEN PASCA OPERASI KATUP JANTUNG PROSTETIK MEKANIK Andi Muh. Ali Imran; French Ohoiner; Byba Melda Suhita; Yuly Peristiowati
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Innovative Approach to Maternal and Child Health
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/794ey187

Abstract

Pasien pasca operasi katup jantung prostetik mekanik memerlukan terapi antitrombosis seumur hidup untuk mencegah tromboemboli, sehingga kepatuhan pengobatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan literasi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan antitrombosis pada pasien pasca operasi katup jantung prostetik mekanik. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan di Rumah Sakit Rujukan Nasional bidang Kardiovaskular Jakarta pada November 2025 hingga Januari 2026. Sebanyak 183 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen dukungan sosial, Health Literacy Survey European Questionnaire Short Version 10 Indonesia (HLS-EU-SQ10-IDN) untuk mengukur literasi kesehatan, serta Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan literasi kesehatan berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p<0,05), dengan dukungan tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan. Model penelitian menjelaskan 58,9% variasi kepatuhan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena desain cross-sectional tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat dan data berdasarkan laporan mandiri berpotensi menimbulkan bias.