Pasien pasca operasi katup jantung prostetik mekanik memerlukan terapi antitrombosis seumur hidup untuk mencegah tromboemboli, sehingga kepatuhan pengobatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan literasi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan antitrombosis pada pasien pasca operasi katup jantung prostetik mekanik. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan di Rumah Sakit Rujukan Nasional bidang Kardiovaskular Jakarta pada November 2025 hingga Januari 2026. Sebanyak 183 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen dukungan sosial, Health Literacy Survey European Questionnaire Short Version 10 Indonesia (HLS-EU-SQ10-IDN) untuk mengukur literasi kesehatan, serta Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan literasi kesehatan berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p<0,05), dengan dukungan tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan. Model penelitian menjelaskan 58,9% variasi kepatuhan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena desain cross-sectional tidak dapat menentukan hubungan sebab-akibat dan data berdasarkan laporan mandiri berpotensi menimbulkan bias.
Copyrights © 2026