Personal hygiene merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan anak sekolah dasar. Praktik kebersihan diri yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi, mengganggu kenyamanan belajar, dan berdampak terhadap kehadiran siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pengetahuan dan perilaku personal hygiene siswa setelah pelaksanaan edukasi kesehatan dan pemberian paket kebersihan diri. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatori. Komponen kuantitatif menggunakan rancangan one-group pretest-posttest pada 56 siswa kelas IV-VI SDN 150 Talang Sebaris, Kabupaten Seluma. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner skor 0-20 dan perilaku dinilai menggunakan lembar observasi skor 0-10. Data kualitatif melalui diskusi kelompok siswa dan wawancara guru digunakan untuk menjelaskan hasil kuantitatif. Analisis menggunakan paired sample t-test dan uji Wilcoxon. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,63 menjadi 17,75 (p<0,001), sedangkan skor perilaku meningkat dari 5,18 menjadi 8,77 (p<0,001). Setelah intervensi, 87,5% siswa memiliki pengetahuan baik dan 75,0% menunjukkan perilaku hygiene baik. Ditemukan peningkatan pengetahuan dan perilaku personal hygiene setelah pelaksanaan edukasi dan pemberian paket kebersihan diri. Namun, desain tanpa kelompok kontrol membatasi interpretasi hubungan sebab akibat.
Copyrights © 2026