Peningkatan kualitas fisik pakan pelet menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan efisiensi produksi pakan karena berpengaruh terhadap pembentukan remahan (fines), kemudahan penanganan, serta performa ternak. Salah satu strategi yang banyak diterapkan adalah penggunaan bahan pengikat (pellet binder), seperti lignosulfonat (Lignobond) maupun pengikat alternatif berbasis pati dan mineral. Penelitian ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas Lignobond dibandingkan berbagai pengikat alternatif dalam meningkatkan kualitas fisik pakan pelet serta mengidentifikasi faktor proses produksi pelet yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan menyeleksi artikel penelitian eksperimental yang dipublikasikan pada periode 2016–2026. Berdasarkan proses seleksi, sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penambahan Lignobond pada kisaran 0,21–3,00% secara konsisten meningkatkan Pellet Durability Index (PDI), kekerasan pelet, serta menurunkan pembentukan fines. Efektivitas Lignobond dipengaruhi oleh karakteristik bahan baku, kandungan serat, kandungan lemak ransum, dan kondisi proses produksi pelet. Pada bahan pakan berserat tinggi, dosis Lignobond yang lebih besar diperlukan untuk menghasilkan kualitas fisik pelet yang optimal. Secara keseluruhan, Lignobond menunjukkan efektivitas yang lebih konsisten dibandingkan sebagian besar pengikat alternatif dalam mempertahankan integritas fisik pelet sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi proses produksi pakan.
Copyrights © 2026