Perilaku kerja inovatif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan kualitas pelayanan publik, khususnya di tengah tuntutan perubahan lingkungan kerja dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformational leadership dan organizational justice terhadap innovative work behavior dengan work engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 110 karyawan atau profesional yang telah bekerja minimal enam bulan. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformational leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (β = 0,590; p = 0,000) dan innovative work behavior (β = 0,398; p = 0,006). Organizational justice juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (β = 0,603; p = 0,000) dan innovative work behavior (β = 0,148; p = 0,045). Selanjutnya, work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior (β = 0,278; p = 0,002). Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa work engagement memediasi pengaruh transformational leadership terhadap innovative work behavior (β = 0,164; p = 0,022) serta memediasi pengaruh organizational justice terhadap innovative work behavior (β = 0,111; p = 0,024). Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan keadilan organisasi tidak hanya mendorong perilaku inovatif secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan keterlibatan karyawan dalam pekerjaan. Dengan demikian, penguatan kualitas kepemimpinan, penerapan prinsip keadilan organisasi, dan peningkatan work engagement menjadi aspek penting dalam membangun lingkungan kerja yang mendukung perilaku inovatif.
Copyrights © 2026