Kinerja guru merupakan pilar utama dalam penjaminan mutu dan efektivitas pembelajaran di sekolah, khususnya pada daerah-daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam memperkuat kinerja guru dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal falsafah budaya Banjar 'Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing' (Wask) di SD Negeri Halunuk, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Falsafah moral ini bermakna perjuangan yang gigih, pantang menyerah, dan tuntas hingga akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan seluruh dewan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap etos kerja harian, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi berupa administrasi mengajar guru dan dokumen supervisi kepala sekolah. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui pemberian motivasi berbasis nilai patriotisme lokal, keteladanan kedisiplinan, pengkondisian lingkungan kerja yang harmonis, serta bimbingan klinis yang berkesinambungan. Internalisasi falsafah 'Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing' mampu memicu daya juang guru sehingga tetap melaksanakan tugas secara optimal dan profesional meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana prasarana penunjang di daerah pedalaman. Faktor pendukung utama kepemimpinan ini meliputi hubungan kerja kekeluargaan yang erat antarstaf serta keterbukaan guru terhadap arahan kepala sekolah. Adapun hambatan yang dijumpai antara lain tingginya beban administrasi guru serta akses geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah yang berbasis kearifan lokal efektif dalam menguatkan komitmen profesional dan etos kerja guru sekolah dasar secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026