Muhammad Yuliansyah
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PENGUATAN KINERJA GURUMELALUI KEARIFAN LOKAL HARAM MANYARAH WAJA SAMPAI KAPUTING DI SD NEGERI HALUNUK KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN M. Ihwan Ripansyah; Muhammad Yuliansyah; Endang Pratiwi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i2.25060

Abstract

Kinerja guru merupakan pilar utama dalam penjaminan mutu dan efektivitas pembelajaran di sekolah, khususnya pada daerah-daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam memperkuat kinerja guru dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal falsafah budaya Banjar 'Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing' (Wask) di SD Negeri Halunuk, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Falsafah moral ini bermakna perjuangan yang gigih, pantang menyerah, dan tuntas hingga akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan seluruh dewan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap etos kerja harian, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi berupa administrasi mengajar guru dan dokumen supervisi kepala sekolah. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui pemberian motivasi berbasis nilai patriotisme lokal, keteladanan kedisiplinan, pengkondisian lingkungan kerja yang harmonis, serta bimbingan klinis yang berkesinambungan. Internalisasi falsafah 'Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing' mampu memicu daya juang guru sehingga tetap melaksanakan tugas secara optimal dan profesional meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana prasarana penunjang di daerah pedalaman. Faktor pendukung utama kepemimpinan ini meliputi hubungan kerja kekeluargaan yang erat antarstaf serta keterbukaan guru terhadap arahan kepala sekolah. Adapun hambatan yang dijumpai antara lain tingginya beban administrasi guru serta akses geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah yang berbasis kearifan lokal efektif dalam menguatkan komitmen profesional dan etos kerja guru sekolah dasar secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU SEKOLAH DALAM PENINGKATAN RAPOR PENDIDIKAN DI SMAN 1 TAPIN TENGAH KABUPATEN TAPIN Enjang Suryo Kusumo Ningsih; Muhammad Yuliansyah; Amalia Wahyuni
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i2.25061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen mutu sekolah dalam peningkatan rapor pendidikan di SMAN 1 Tapin Tengah. Manajemen mutu sekolah menjadi salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan, khususnya melalui pemanfaatan rapor pendidikan sebagai instrumen evaluasi mutu berbasis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen mutu sekolah di SMAN 1 Tapin Tengah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut yang sistematis dan berkelanjutan. Rapor pendidikan dimanfaatkan sebagai dasar utama dalam perencanaan program sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan dan guru serta pemanfaatan data rapor pendidikan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana prasarana, variasi kompetensi guru, dan beban administrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi manajemen mutu sekolah yang berbasis rapor pendidikan mampu mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah secara berkelanjutan.
MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM KOLABORASI KEARIFAN LOKAL(KAYUH BAIMBAI) PADA PENINGKATAN PRESTASI DI SD NEGERI BALIMAU DAN SD NEGERI PAMUJAAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Fahriani Fahriani; Muhammad Yuliansyah; Endang Pratiwi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i2.25062

Abstract

Manajemen pendidikan dalam kearifan lokal kayuh baimbai adalah penerapan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam proses manajemen pendidikan. Konsep ini mengutamakan kolaborasi, kerja sama, dan rasa saling menghormati antar komponen pendidikan untuk mencapai tujuan bersama, seperti yang terwujud dalam sistem pendidikan yang berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami fenomena sosial berdasarkan kondisi objek yang alamiah dan utuh (holistic). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan fungsi manajemen pendidikan di SD Negeri Balimau dan SD Negeri Pamujaan, pelaksanaan kolaborasi kearifan lokal kayuh baimbai dalam peningkatan prestasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan terintegrasi kuat dengan nilai gotong royong Banjar. Kolaborasi terwujud dalam sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat, yang berdampak nyata terhadap peningkatan prestasi akademik dan non-akademik siswa. Faktor pendukung utama adalah komitmen komunitas sekolah, sedangkan faktor penghambat berupa variasi latar belakang ekonomi keluarga dan pemahaman budaya administratif modern.