Pembelajaran IPAS di sekolah dasar perlu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, kerja sama, dan komunikasi sebagai kompetensi yang mendukung proses belajar murid. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa murid belum memiliki keterampilan tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas murid, serta keterampilan pemecahan masalah, kerja sama, dan komunikasi melalui penerapan model PARAS yang merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Scramble, dan Course Review Horay (CRH) pada pembelajaran IPAS kelas IV. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yaitu murid kelas IV SDN Benua Anyar 3 Banjarmasin yang berjumlah 12 orang pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan analisis kecenderungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh kriteria "sangat baik". Aktivitas murid meningkat dari kategori "sebagian kecil aktif" menjadi "hampir seluruhnya aktif". Keterampilan pemecahan masalah meningkat dari kategori "sebagian kecil terampil" menjadi "hampir seluruhnya terampil". Keterampilan kerja sama meningkat dari kategori "sebagian kecil terampil" menjadi "hampir seluruhnya terampil". Keterampilan komunikasi meningkat dari kategori "sebagian kecil terampil" menjadi "hampir seluruhnya terampil". Penerapan model PARAS terbukti mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, serta keterampilan pemecahan masalah, kerja sama, dan komunikasi pada pembelajaran IPAS.
Copyrights © 2026