Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar perlu memberi ruang bagi siswa untuk menilai informasi, menguraikan hubungan antargagasan, dan bekerja bersama dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, berpikir analitis, dan kerja sama melalui model SINARAN yang merupakan kombinasi Problem-Based Learning, SAVI, dan Teams Games Tournament. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 22 siswa kelas IV SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin dan temuan ini terbatas pada satu kelas sehingga belum dapat digeneralisasi. Data diperoleh melalui lembar observasi keterampilan dan tugas evaluasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase ketuntasan klasikal. Keterampilan berpikir kritis meningkat secara bertahap dari 27% pada pertemuan pertama menjadi 50%, 73%, dan 95%. Keterampilan berpikir analitis meningkat dari 23% menjadi 50%, 73%, dan 95%, sedangkan kerja sama berkembang dari 23% menjadi 45%, 68%, dan 91%. Pola peningkatan pada seluruh variabel menunjukkan bahwa masalah kontekstual, aktivitas multisensori, diskusi kelompok, dan permainan akademik dalam model SINARAN memberi kesempatan berulang kepada siswa untuk menguji alasan, mengorganisasi informasi, menyampaikan pendapat, serta bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Dengan demikian, model SINARAN mendukung penguatan ketiga keterampilan tersebut pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Copyrights © 2026