Kemampuan siswa dalam membacakan puisi dengan intonasi, pelafalan serta ekspresi yang sesuai termasuk kemampuan berbahasa yang ditanamkan sejak masa kanak-kanak, terutama bagi peserta didik pada jenjang sekolah dasar. Berdasarkan pengamatan pada 15 siswa kelas tiga Sekolah Dasar Negeri 26 Kota Bengkulu, diketahui bahwa mayoritas siswa masih menghadapi kesulitan membaca puisi dengan baik dan benar, khususnya pada aspek pelafalan kata, intonasi, jeda, serta raut wajah dan Gerakan tubuh yang selaras denga isi puisi. Kondisi tersebut terjadi karena kurangnya latihan dan bimbingan khusus mengenai teknik membaca puisi di sekolah itu. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan melatih siswa membaca puisi dengan baik dan benar. Metode yang diterapkan mencakup tahap penyampaian materi mengenai unsur-unsur pembacaan puisi, pemberian contoh langsung dari pelaksana kegiatan, serta praktik membaca puisi secara bergantian oleh seluruh siswa dengan pendampingan dan umpan balik. Hasil aktivitas terdapat pemahaman serta memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman dan keberanian siswa dalam membaca puisi, yang tercermin dariĀ perbaikan pada aspek lafal, intonasi, dan ekspresi ketika tampil di depan kelas. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pembinaan secara langsung dan berkelanjutan mampu meningkatkan kemampuan siswa membaca puisi dengan baik dan benar.
Copyrights © 2026