Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMBUATAN COCOPEAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH SABUT KELAPA Feriady, Anton; Efrita, Edi; Yawahar, Jon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v3i3.1062

Abstract

Sabut kelapa sudah lama dimanfaatkan masyarakat untuk kerajinan tangan seperti keset, tali, sikat, sapu dan alat rumah tangga lainnya.  Akan tetapi produk dari sabut tersebut sudah kurang diminati mayarakat karena ada produk sejenis yang terbuat dari plastik yang lebih tahan dan ekonomis.  Oleh karena itu perlu diupayakan peningkatan nilai tambah sabut menjadi produk yang lebih menguntungkan Salah satu produk sabut kelapa yang sekarang ini prospektif dan menguntungkan untuk diusahakan adalah cocopeat. Cocopeat sering pula disebut coco fiber (serat sabut) atau coco coir (serbuk sabut).  Cocopeat dapat dimanfaatkan di sektor pertanian sebagai kompos atau media tanam untuk tanaman hortikultura seperti sayur, bunga atau buah-buahan dalam pot atau sebagai media tanam hidroponik sebagai pengganti media tanah.  Di bidang industri, cocopeat dapat dimanfaatkan sebagai absorben (Wiryanta, 2007., Dianawati, 2014. dan Pratiwi dkk., 2017).  Harga cocopeat berkisar Rp. 2.000 sampai dengan 4.000/kg tergantung kualitasnya. Untuk membuat cocopeat adalah dengan mendekortasikan atau memisahkan sabut menjadi serat dan cocopeat.  Untuk itu diperlukan mesin decorticating, akan tetapi harga mesin tersebut cukup mahal.  Untuk itu diperlukan metode dekortasi yang lebih murah, ekonomis, praktis dan menguntungkan.Dengan melihat sumber bahan baku yang melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal tersebut, hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya pelatihan dan sosialisasi pada Kelompok Wanita Tani “Rafflesia” di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Pelatihan dan sosialisasi ini dilakukan dengan metode ceramah dan praktek langsung, sehingga peserta dapat menerima dan memahami tentang materi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyrakat.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGGILINGAN PADI DITINJAU DARI ASPEK FINANSIAL DI KECAMATAN LUBUK PINANG KABUPATEN MUKOMUKO anton Feriady; Elni Mutmainnah; Arif Satria
Jurnal AGRIBIS Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL AGRIBIS
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v15i2.3295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha penggilingan padi ditinjau dari aspek kelayakan finansial di Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus, metode sensus adalah teknik pengambilan sampel di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua dan dijadikan responden pemberi informasi.Responden dalam penelitian ini adalah enam resonden. Waktu pelaksaan penelitian ini yaitu pada bulan september dan oktober 2020 di Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko. Data yang digunakan ada dua data yaitu, data primer dan data sekunder. penentuan lokasi dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penggilingan padi keli di Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko menguntungkan dengan keuntungan yaitu sebesar Rp219.295.833,00 Dalam keadaan nomal NPV positif, Rp137.217.941,00 Net B/C = 2.1 dan Internal Rate Of Return = 28,77% Dalam analisis sensitivitas biaya naik sebesar 3% NPV positif, sebesar Rp94.344.241,00 Net B/C = 1,8 artinya, > 1 dan Internal Rate Of Return = 25,78%. Dalam keadaan penerimaan turun sebesar 2% NPV positif, Rp134.478.786,00 Net B/C = 2,1 dan Internal Rate Of Return = 28,54%. Kata kunci: kelayakan usaha, penggilingan padi
Pendampingan Pembuatan Pupuk Kompos dari Enceng Gondok di Desa Kungkai Baru Kabupaten Seluma Anton Feriady; Edi Efrita1; Fithri Mufriantie; Titi Darmi
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.466 KB) | DOI: 10.36085/jams.v2i2.4610

Abstract

This community service was carried out in Kungkai Baru Village, Air Periukan District, Seluma Regency. The material for this activity is the use of water hyacinth as a handicraft, where water hyacinth can be used for animal feed, handicrafts and compost which has a high economic value. The target of this service is the Segara Tani Women Farmers Group (KWT) in Kungkai Baru Village.The benefits of community service activities (1) Increase the knowledge and skills of members of the women's farmer group in Kungkai Baru Village in the use of water hyacinth (2) Increase the insight of the women members of the women's farmer group to open home industry business opportunities in making compost from water hyacinth.The results of this community service activity include (1) women members of women's groups in Kungkai Baru village are very enthusiastic in participating in all stages of this service activity (2) Increased knowledge and skills of women members of women's farmer groups in the use of water hyacinth (3) opening up the insights and thoughts of women members of farmer groups about the benefits of water hyacinth as a new business opportunity
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DALAM PENGURUSAN LABELISASI DAN SERTIFIKASI BENIH DI UPTD PPSBTPHP PROVINSI BENGKULU Meliyana; Elni Mutmainnah; Anton Feriady; Edy Marwan; Rita Feni
Jurnal AGRIBIS Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v16i1.4755

Abstract

This study aims to determine the analysis of consumer satisfaction in the management of seed labeling and certification in UPTD PPSBTPHP Bengkulu Province. The method used in this research is the census method. Respondents in this study were all parties, including seed farmers, farmer groups, private business entities, and government agencies who had managed seed labeling and certification at the UPTD PPSBTPHP Bengkulu Province in 2021, totaling 58 people. The analysis method is carried out by measuring the IKM or Community Satisfaction Index based on KEPMENPAN RB No. 14 of 2017 which consists of 9 indicators, namely (1) requirements (2) systems, mechanisms and service procedures (3) completion time (4) costs/tariffs ( 5) product specifications for the type of service (6) implementing competence (7) implementing behavior (8) handling complaints, suggestions and inputs (9) facilities and infrastructure. From the results of the study, it was found that the conversion value of the Community Satisfaction Index was 77.99 with a service quality of "B" category "Good / Agree", this indicates that consumers feel "Satisfied" with the services provided by UPTD PPSBTPHP Bengkulu Province. Keywords : Consumer Satisfaction Index, Seed Certification and Labeling.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OMZET PENJUALAN SAYURAN DI PASAR RAKYAT KECAMATAN AMEN KABUPATEN LEBONG Vivilia Pitaloka; Edi Efrita; Elni Mutmainnah; Novitri Kurniati; Anton Feriady
Jurnal AGRIBIS Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v16i1.4757

Abstract

Omzet penjualan adalah keseluruhan jumlah penjualan barang/jasa dalam kurun waktu tertentu, yang dihitung berdasarkan jumlah uang yang diperoleh. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi omzet penjualan pada penelitian ini ialah jumlah jenis sayuran, jumlah sayuran, posisi lapak. Berkembangnya suatu usaha salah satunya dipengaruhi oleh omzet penjualan, jika omzet penjualannya meningkat maka keuntungan yang diperoleh pedagang pun meningkat juga maka akan membawa keuntungan yang sangat besar. Keuntungan adalah penerimaan dikurangi dengan biaya total. Jika biaya yang dikeluarkan diasumsikan tetap, maka keuntungan tergantung pada penerimaan atau omzet penjualan. Hal ini bisa dilihat dari keuntungan yang didapatkan oleh pedagang dalam setiap hari penjualan meningkat seiring dengan perubahan omzet penjualan. Hal ini berkorelasi positif dengan tujuan penjualan.Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah berapakah omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen, dan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen Kabupaten Lebong. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui omzet penjualan sayuran dan faktor-faktor yang mempengaruhi omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen Kabupaten Lebong. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode survey. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen adalah sebesar Rp. 2.587.000/hari dan Secara simultan, variabel jumlah jenis sayuran, jumlah sayuran, dan posisi lapak berpengaruh sangat nyata terhadap omzet penjualan di Pasar Rakyat Kecamatan Amen.Secara parsial, variabel jumlah sayuran berpengaruh sangat nyata terhadap omzet penjualan sayuran. Sedangkan jumlah jenis sayuran dan posisi lapak berpengaruh tidak nyata terhadap omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen Kabupaten Lebong. Kata Kunci : Omzet Penjualan, Analisis Regresi Linier Berganda
SOSIALISASI E-COMMERCE DI KALANGAN UMKM M.Vio Syanjaya Sardi; Ravi Nuryadiansyah; Anton Feriady
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 2 No. 3 (2022): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sukaraja merupakan salah satu Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan yang terletak di perdesaan. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh masayarakat desa sukaraja tentang e-commerce yaitu Sosialisasi ini diikuti oleh 10 (Sepeluh) orang para pelaku UMKM. Tujuan diadakan sosialisai e-commerce pada usaha UMKM Desa Sukaraja adalah untuk membuka pikiran mereka supaya dalam  memasaran suatu produk dengan menggunakan e- commerce yang sudah tersedia dan supaya para pelaku usaha UMKM Desa Sukaraja dapat menggunakan teknologi sebaik mungkin dalam   bidang pemasaran. Tahap 1: Analisis Kebutuhan, tahap ini dilakukan analisis kebutuhan untuk mengetahui yang menggunakan e-commerce. Tahap 2: Implementasi, tahap implementasi yaitu penerapan aplikasi e- commmerce yang cocok digunakan masyarakat desa sukaraja. Tahap 3: Penerapan, tahap praktek langsung cara menggunakan e-commerce salah satunya menggunaan facebook, dengan mempraktekan secara langsung pada usaha UMKM desa sukaraja. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, pengamatan secara langsung. Para peserta sosialisasi sangat antusias dengan materi dan pemaparan yang disampaikan. Kondisi ini diharapkan dapat memotivasi para pelaku UMKM mempraktekkan ilmu yang didapat, sehingga usahanya semakin berkembang dan dapat bersaing pada pasar yang lebih luas. Kata Kunci: sosialiasi, e-commerce, umkm
KARAKTERISTIK USAHATANI PERTANIAN DI PESISIR PANTAI KOTA BENGKULU Elni Mutmainnah; Anton Feriady; Fadilah Nur Ahya Rani
Jurnal AGRIBIS Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v16i2.5578

Abstract

ABSTRACT Masyarakat pesisir pantai memiliki karakteristik yang berbeda dan pola penghidupan yang khas. Pemenuhan kebutuhan hidup terkait dengan kehidupan sosial ekonomi sebagai nelayan menjadikan mereka harus memiliki strategi bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari dengan modal sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik usahatani pertanian pesisir pantai dan menganalisa usaha tani sayur yang diusahakan nelayan sebagai usaha sampingan ditinjau dari aspek analisa usaha. Metode yang digunakan adalah sensus dimana mengambil seluruh populasi usahatani pertanian yang berkomoditas sayuran seperti kangkung dan sawi yang berlokasi di Kota Bengkulu Kecamatan Ratu Agung dan Kampung Melayu dengan responden sebanyak 24 orang. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis usaha pendapatan, efisiensi dan kelayakan. Berdasarkan hasil penelitian menununjukkan bahwa berusahatani dilahan pesisir pantai Kota Bengkulu efisien tapi tidak layak untuk diusahakan. Perlu input saprodi yang memadai untuk mengatasi tanah yang kurang subur, dan dukungan permerintah daerah dalam rangka memberikan alternatif penghasilan tambahan bagi petani pesisir pantai. Kata Kunci : karakteristik, analisa usaha, pesisir pantai
Comparative Study of Aromatic and Non-Aromatic Rice Farming in Farmer Groups in Talo Sub-District, Seluma District Anton Feriady; Elni Mutmainnah
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v10i2.4844

Abstract

In general, aromatic rice is included in a special rice class according to geographical indications because its quality and aroma characteristics depend on the region, it cannot be cultivated anywhere (Ministry of Agriculture Number 48 of 2017 concerning special rice). Non-aromatic rice is local rice that is cultivated and used to produce output or results in the form of local rice. On the other hand, aromatic rice farming is not carried out by many farmers, especially farmers in Seluma Regency, in fact there are only a few of them. The aim of this research is to examine comparative aromatic and non-aromatic rice farming in Talo District, Seluma Regency. The determination of the research location was carried out purposively, with the consideration that the research location was a farmer group that was active and continuously cultivated aromatic and non-aromatic rice, namely the Muda Sepakat farmer group and the Seijoan farmer group. The profit from rice farming in two aromatic and non-aromatic varieties in Talo District, Seluma Regency is that in the aromatic rice business, it can be seen that the average profit received during each planting season is IDR. 20,391,000, while the average profit for non-aromatics in one planting season is IDR. 15,850,500. so the difference in profit between the two varieties is Rp. 4,540,500. Aromatic rice farming is more profitable than non-aromatic rice. Key words: Comparative; Aromatic; Non Aromatic
Prospects Of The Leading Business Sector Of Palm Oil Digital Scales (Ram) In Pino District, Bengkulu Selatan Regency Maheran Mulyadi; Anton Feriady; Jon Yawahar
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v10i2.4854

Abstract

Marketing of palm oil in the form of FFB (Fresh Fruit Bunches) to palm oil companies (PKS) is carried out by independent oil palm smallholders through existing marketing institutions, both collecting businesses, which will affect the income that farmers will receive. Weighing Business is a FFB marketing agency in Pino District, South Bengkulu Regency which already has a permit to sell farmer's FFB to companies and has fruit transportation facilities and has means of transportation in the form of trucks and pick-up cars. The purpose of this study was to examine the prospects for the leading sector of the palm oil weighing (RAM) business in Pino District, South Bengkulu Regency. The research location was carried out in Pino District, South Bengkulu Regency. The determination of the research location was carried out purposively, with the consideration that the research location was a center for palm oil production with a lot of digital scales or RAM with a capacity of ± 30 tons and already had an operating permit. The results showed that the average income from the palm oil Ram business in Pino District, South Bengkulu Regency was Rp. 26,188,188.89 with an average production cost of Rp. 21,832,892.59 so that they earned an income of Rp. 4,361,218.52, in one month.
Kajian Pemasaran Dan Farmer`S Share Karet Alam Rakyat Di Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah Anton Feriady; Elni Mutmainnah; Jon Yawahar
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i2.6587

Abstract

The aim of this research is to determine marketing channels and analyze farmer's share of natural rubber in Talang Empat District, Central Bengkulu Regency. The research location was chosen deliberately in Talang Empat District to obtain a representative picture of rubber marketing practices in the area. Sampling was carried out using the Slovin formula for farmers and the snowball sampling method for trader collectors. The research results show that there are three main marketing channels for smallholder natural rubber in Talang Empat District: The first channel consists of Farmers - Village Collecting Traders - District Collecting Traders - Wholesalers - Factories. The second channel consists of Farmers – Village Collectors – Wholesalers – Factories and the third channel consists of Farmers – District Collectors – Wholesalers – Factories. The marketing pattern of community rubber in Talang Empat District, if seen from the operational approach including margin, farmer's share and profit and cost ratio, means that the second channel is relatively more efficient compared to other channels. Keywords: marketing, people's natural rubber, farmer's share