Kendala utama dalam budidaya padi sawah yaitu keberadaan gulma berdaya saing tinggi, khususnya Echinochloa crus galli, karena dapat menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman. Perubahan sistem budidaya dari konvensional ke TOT berpotensi mempengaruhi dominansi gulma akibat minimnya gangguan mekanis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem budidaya dan frekuensi penyiangan terhadap dominansi gulma E. crus galli pada pertumbuhan dan hasil padi sawah. Penelitian dilaksanakan di Desa Pamekarsari, Kecamatan Bayuresmi, Kabupaten Garut, menggunakan rancangan split plot. Faktor utama yaitu sistem budidaya konvensional dan tanpa olah tanah, serta frekuensi penyiangan sebagai anak petak. Gulma Pistia stratiotes merupakan spesies yang paling dominan pada periode awal dengan nilai tertinggi sebesar 35,35%. Penerapan frekuensi penyiangan yang lebih intensif pada umur 20, 40, dan 60 HST (f4) mampu menekan dominansi gulma tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan serta hasil padi pada sistem budiaya konvensional maupun TOT. Pada umur 20, 40, dan 60 HST sistem budidaya tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah malai dan GKP.
Copyrights © 2026