Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial tentang peran ayahalam film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia melalui pendekatan kualitatif berbasis analisis representasi dan teks film. Analisis dilakukan terhadap dialog, adegan, gestur, alur cerita, serta simbol visual untuk mengungkap bagaimana narasi membangun makna tentang keayahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini membentuk tiga konstruksi utama tentang ayah, yakni ayah sebagai pelindung keluarga, sebagai sumber nilai moral, dan sebagai figur emosional yang mengalami pergulatan batin akibat trauma dan tanggung jawab. Representasi tersebut menampilkan sosok ayah yang lebih manusiawi, tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional bagi anak. Temuan ini mencerminkan pergeseran nilai sosial di Indonesia, di mana peran ayah berkembang dari sosok otoritatif dan ekonomis menuju figur yang hangat, partisipatif, dan komunikatif. Dengan demikian, film ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman publik mengenai konsep keayahan kontemporer.
Copyrights © 2026