Perkembangan karier telah dimulai sejak usia dini, namun anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di lembaga pendidikan nonformal Sanggar Bimbingan (SB) di Malaysia memiliki akses terbatas terhadap layanan bimbingan karier yang terstruktur. Artikel ini mendeskripsikan pelatihan self-assessment potensi karier berbasis RIASEC untuk membangun career awareness siswa Indonesia jenjang sekolah dasar di SB Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan oleh dosen Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Makassar, didampingi mahasiswa fasilitator. Pelatihan menggabungkan ceramah dan simulasi flash card RIASEC dalam tiga sesi, yaitu pengenalan RIASEC, self-assessment menggunakan flash card, serta pengenalan ruang lingkup pekerjaan sesuai tipologi minat siswa. Peserta berjumlah 9 siswa kelas 3 hingga 6. Mengingat jumlah peserta yang kecil, seluruh temuan dilaporkan dalam bentuk frekuensi, bukan proporsi. Observasi awal menunjukkan pemahaman peserta yang tidak merata antaraspek, yaitu kesadaran akan minat dan bakat yang sebagian telah terbentuk, sementara tidak seorang pun peserta mengenali dirinya menurut tipologi RIASEC maupun ragam pekerjaan yang terkait dengannya. Hasil evaluasi menunjukkan respons peserta yang secara umum positif, dan hasil self-assessment menunjukkan sebaran pilihan kartu peserta yang relatif merata pada keenam dimensi RIASEC, dengan Enterprising sebagai dimensi yang paling banyak dipilih. Program ini menjadi model intervensi dini yang dapat direplikasi untuk memperkenalkan kesadaran karier pada anak Indonesia di lingkungan pendidikan nonformal lintas negara.
Copyrights © 2026