Perundungan (bullying) merupakan permasalahan yang dapat mengganggu hubungan sosial dan perkembangan psikologis siswa sekolah dasar. Di SDN 044826 Samura, ditemukan perilaku berupa ejekan, pemberian julukan yang tidak disukai, mempermalukan teman, pengucilan, serta tindakan fisik yang berpotensi dianggap sebagai candaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi anti-perundungan melalui peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali bentuk bullying, memahami dampaknya, menunjukkan empati, dan menentukan tindakan yang tepat. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 dengan melibatkan 20 siswa kelas IV–VI menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan meliputi penyampaian materi, video edukasi, diskusi, refleksi, simulasi kasus, dan edukasi adab berteman. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan respons siswa. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali bullying, membedakannya dari candaan, memahami dampaknya, serta menunjukkan empati dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, pendekatan partisipatif efektif sebagai langkah preventif untuk membangun kesadaran siswa dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Copyrights © 2026