Desa Oelbubuk memiliki potensi alpukat, tetapi bijinya belum dimanfaatkan produktif oleh mitra. Program AVOTEA bertujuan mengolah biji alpukat menjadi teh herbal bernilai tambah sekaligus memperkuat kapasitas produksi dan usaha Kelompok Tani Nanjam Kuale'u. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan-evaluasi, dan keberlanjutan. Pelaksanaan utama pada 20 Agustus 2026 diikuti 40 peserta atau 133,3% dari target. Hasil terverifikasi meliputi produk AVOTEA berkemasan, paket teknologi, merek, strategi pemasaran, dan model HPP. Simulasi HPP Rp15.200 per dus dengan harga Rp20.000-Rp25.000 menghasilkan marjin kotor simulatif sekitar 24,0%-39,2% dari harga jual. Program menunjukkan bahwa hilirisasi hasil samping pertanian dapat dipadukan dengan teknologi, literasi biaya, dan pemasaran untuk membangun dasar usaha lokal.
Copyrights © 2026