Pelayanan kedukaan di masyarakat masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya regenerasi kader yang memiliki kompetensi dalam pemulasaran jenazah. Kondisi tersebut juga ditemukan pada Kelurahan Tambakharjo Kota Semarang, dimana sebagian besar pemuda belum pernah memperoleh pelatihan pemulasaran jenazah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapabilitas pemuda dalam pelayanan kedukaan sebagai upaya memperkuat ketangguhan sosial. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan discovery, dream, design, dan destiny. Program diawali dengan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan dan aset komunitas, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan yang meliputi demonstrasi, simulasi, dan praktik mengenai pemulasaran jenazah. Peserta kegiatan berjumlah 21 anggota Karang Taruna Siaga Bhakti Kelurahan Tambakharjo yang mengikuti pelatihan di Masjid Jami' Nurul Falah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 18 peserta memperoleh presentase 86,7% yang berada pada kategori sangat sesuai dan 3 peserta berada pada 13,3% dengan kategori sesuai. Program berhasil meningkatkan kompetensi pemuda sekaligus membentuk kader pelayanan kedukaan yang diharapkan mampu memperkuat regenerasi pelayanan sosial dan ketangguhan sosial.
Copyrights © 2026