Pengembangan kurikulum dalam pendidikan vokasi membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kurikulum memenuhi kebutuhan siswa dan menanggapi tuntutan dunia kerja. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum di SMK Negeri 7 Makassar, mekanisme kolaborasi yang diimplementasikan, serta tantangan dan strategi untuk memperkuat keterlibatan pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, anggota komite kurikulum, dan pemangku kepentingan terkait. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum di SMK Negeri 7 Makassar melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal dengan peran yang saling melengkapi. Kepala sekolah bertindak sebagai pemimpin strategis, fasilitator komunikasi, dan mediator dalam mengelola kolaborasi. Kolaborasi diimplementasikan melalui forum diskusi, mekanisme umpan balik, keterlibatan siswa, dan kemitraan dengan industri. Tantangan utama meliputi ketersediaan pemangku kepentingan yang terbatas, perbedaan perspektif, dan kompleksitas koordinasi. Penguatan kolaborasi melalui komunikasi berkelanjutan dan platform digital berkontribusi pada pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, partisipatif, dan relevan yang selaras dengan kebutuhan pendidikan vokasi dan pengembangan industri.
Copyrights © 2026