Orang tua yang memiliki anak dengan Down syndrome menghadapi berbagai tekanan psikologis, emosional, dan spiritual selama proses pengasuhan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menghadapi kondisi tersebut adalah melalui koping religius berdasarkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk koping religius positif dan negatif orang tua dalam menghadapi pengasuhan anak dengan Down syndrome berdasarkan perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model analisis analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koping religius berkembang melalui proses adaptasi yang diawali dengan tekanan psikologis, kemudian berlanjut pada penerimaan dan pemaknaan positif pada kondisi tersebut. Proses ini tercermin dalam keyakinan bahwa kondisi anak merupakan ketetapan Allah, yang mendorong orang tua untuk tetap berikhtiyar dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan, kemudian berserah kepada Allah atas hasil yang berada di luar kendali, hingga memperoleh ketenangan melalui kedekatan dengan Allah.
Copyrights © 2026