Kelahiran anak dengan Down syndrome sering kali menghadirkan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga memicu pergulatan emosional, sosial, dan spiritual yang mendalam bagi seorang ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana ibu memaknai keikhlasan dalam proses pengasuhan anak dengan Down syndrome. Penelitian kualitatif fenomenologis ini melibatkan tiga ibu anggota komunitas POTADS di Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analiysis (IPA). Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan keikhlasan merupakan proses bertahap yang diawali dari perjalanan emosional menuju penerimaan, diperkuat oleh adanya dukungan dari keluarga dan komunitas. Para ibu menunjukkan komitmen pengasuhan yang tinggi melalui konsistensi terapi demi membangun kemandirian anak. Pengalaman panjang ini memicu transformasi diri ibu menjadi pribadi yang lebih sabar sekaligus membentuk pemaknaan ikhlas sebagai wujud amanah dari Allah yang dijalani dengan penuh kesabaran, tanggung jawab, dan penerimaan. Keikhlasan dalam pengasuhan bukanlah sikap pasrah pasif, melainkan kesadaran spiritual aktif yang memberikan ketangguhan, ketenangan batin, dan makna hidup mendalam bagi ibu.
Copyrights © 2026