Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi diseminasi informasi dan hambatan komunikasi yang dihadapi Humas Direktorat Jenderal Tata Ruang dalam mengomunikasikan isu penataan ruang melalui Instagram sebagai media visual yang cepat dan interaktif. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, partisipasi aktif, dan studi pustaka, kemudian dianalisis dengan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Ditjen Tata Ruang menerapkan empat strategi utama, yaitu penyusunan konten berbasis lima pilar (Rilis, Tau Taru, Trivia, Entertaining, dan Greeting), konsistensi unggahan empat hingga lima kali per minggu, kolaborasi media melalui unggahan bersama untuk memperluas jangkauan, serta aktivasi daring seperti kuis dan tantangan untuk meningkatkan partisipasi publik. Strategi tersebut efektif dalam menyederhanakan isu teknis tata ruang menjadi materi edukatif yang mudah dipahami. Namun, penelitian ini juga menemukan hambatan komunikasi seperti keterbatasan waktu dan visualisasi data spasial yang kompleks, hambatan semantik akibat penggunaan istilah teknis, serta hambatan sosiologis terkait proses birokratis dalam verifikasi konten.
Copyrights © 2026