Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya literasi informasi bencana di SDN 07 Lasi Tuo dalam menghadapi banjir lahar Gunung Marapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur secara daring dengan seorang guru senior sebagai informan kunci. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dan dikelompokkan berdasarkan empat elemen literasi informasi bencana, yaitu mengidentifikasi dan menemukan informasi, mengevaluasi informasi, mengorganisasikan dan mengintegrasikan informasi, serta memanfaatkan dan mengomunikasikan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi kebencanaan diperoleh dan disampaikan melalui guru, BPBD, pemerintah nagari, grup WhatsApp, papan informasi, dan perpustakaan sekolah. Praktik literasi informasi lebih menonjol pada aspek penerimaan dan penyampaian informasi, sedangkan akses mandiri terhadap sumber resmi dan evaluasi kredibilitas informasi belum tampak terstruktur. Informasi kebencanaan juga telah dihubungkan dengan kondisi lokal, tetapi belum berkembang menjadi program yang sistematis. Temuan ini terbatas pada perspektif satu informan kunci dan tidak dimaksudkan untuk mengukur keterampilan literasi informasi siswa secara langsung.
Copyrights © 2026