Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, program ini menghadapi kritik dari sejumlah organisasi masyarakat sipil yang menuntut evaluasi dan moratorium sementara. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi krisis pemerintah dalam mempertahankan legitimasi Program MBG melalui framing yang dibangun oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman. Data diperoleh dari pernyataan resmi Prasetyo Hadi yang dimuat dalam pemberitaan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah membingkai polemik MBG sebagai persoalan teknis yang memerlukan perbaikan tata kelola, bukan kegagalan program secara keseluruhan. Pemerintah juga menekankan manfaat program bagi kelompok rentan dan wilayah 3T serta menawarkan solusi berupa evaluasi dan penataan ulang tata kelola tanpa menghentikan program. Temuan ini menunjukkan bahwa framing digunakan sebagai strategi komunikasi krisis untuk mempertahankan legitimasi dan dukungan publik terhadap Program MBG.
Copyrights © 2026