Desa Pakistaji, Kabupaten Banyuwangi, memiliki aktivitas produksi bata yang masih mengandalkan proses konvensional berbasis tanah liat dan pembakaran, sehingga memunculkan persoalan efisiensi produksi, kualitas produk yang tidak seragam, serta isu lingkungan akibat konsumsi energi dan emisi. Di sisi lain, limbah jerami padi di wilayah sekitar masih belum termanfaatkan optimal dan sering dibakar terbuka, yang berdampak pada kualitas udara dan kehilangan potensi nilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi BERATON–Cellular Lightweight Concrete (BERATON-CLC) berbasis jerami dan abu sekam padi serta mengevaluasi efektivitas transfer teknologi kepada pengrajin bata Desa Pakistaji, Banyuwangi. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik produksi, pengendalian mutu sederhana, dan evaluasi pre-test–post-test terhadap 11 peserta. Skor rata-rata meningkat dari 51,18 menjadi 86,18; paired sample t-test menghasilkan t(10)=10,606 dan p<0,001 dengan Cohen’s dz=3,20. Rata-rata N-Gain individual sebesar 0,6989 termasuk kategori sedang dan mendekati tinggi, sedangkan keterampilan produksi (0,7867) dan pengetahuan produk (0,7516) berkategori tinggi. Kajian mutu menunjukkan formula tanpa ASP memiliki estimasi kuat tekan tertinggi 1,39 MPa, sedangkan ASP 10% memiliki resapan terendah 7%. Panel BERATON-CLC dengan jerami 8% mencapai kapasitas transversal 19,61 kN pada umur 14 hari. Program meningkatkan kapasitas mitra, sedangkan optimasi formula dan pengujian kuat tekan unit berbasis jerami masih diperlukan.
Copyrights © 2026