Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengumuman MSCI Rebalancing Freeze pada 27 Januari 2026 akibat kekhawatiran rendahnya transparansi struktur kepemilikan saham dan potensi perilaku perdagangan terkoordinasi pada saham Indonesia, hingga menyebabkan IHSG trading halt pada 28 & 29 Januari 2026. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh free float dan volatilitas terhadap bid-ask spread, serta menguji apakah pengumuman MSCI Rebalancing Freeze berperan sebagai variabel moderasi pada saham LQ45 di BEI. Populasi penelitian menggunakan data sekunder sebanyak 45 saham konstituen indeks LQ45 periode Desember 2025–Maret 2026 yang dikumpulkan melalui dokumentasi dari website Bursa Efek Indonesia (IDX). Berdasarkan kriteria purposive sampling, sebanyak 42 saham memenuhi kriteria awal, kemudian satu saham dikeluarkan sebagai outlier sktruktural, sehingga sampel akhir menjadi 41 saham. Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas berpengaruh signifikan terhadap bid-ask spread, sementara free float dan pengumuman MSCI tidak berpengaruh signifikan, baik secara langsung maupun sebagai moderator. Temuan ini mengindikasikan bahwa volatilitas menjadi prediktor yang konsisten dalam menentukan bid-ask spread, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi investor dalam memilih saham dengan likuiditas yang optimal dan masukan bagi regulator dalam mempertimbangkan volatilitas sebagai pelengkap kebijakan transparansi free float di pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2026