Agresivitas pada remaja dapat menghambat perkembangan psikososial dan memperburuk hubungan interpersonal, terutama dalam lingkungan pembinaan yang penuh tekanan. Intervensi yang berfokus pada solusi diperlukan untuk membantu remaja mengembangkan respons yang lebih adaptif terhadap konflik. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) dalam menurunkan agresivitas pada seorang remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Penelitian menggunakan desain studi kasus individual dengan melibatkan seorang partisipan laki-laki berusia 16 tahun 6 bulan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, serta pengukuran sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Buss–Perry Aggression Questionnaire (BP-AQ). Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dengan melibatkan individu terdekat partisipan. Intervensi dilaksanakan dalam lima sesi, meliputi pembukaan, exception questions, miracle questions, reframing dan flagging the minefield, serta evaluasi dan terminasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui integrasi temuan kualitatif dan perbandingan skor agresivitas. Hasil menunjukkan penurunan skor BP-AQ dari 100 menjadi 89, disertai peningkatan kemampuan menahan respons agresif, mengelola emosi, membangun hubungan sosial, dan merumuskan tujuan hidup. Perubahan tersebut menunjukkan potensi pendekatan berorientasi solusi dalam mendukung perilaku adaptif partisipan. Disimpulkan bahwa SFBT berpotensi membantu menurunkan agresivitas pada kasus ini, tetapi hubungan kausal dan keberlanjutan perubahan belum dapat dipastikan karena keterbatasan partisipan, tidak adanya kelompok pembanding, pengaruh lingkungan, serta ketiadaan pengukuran tindak lanjut.
Copyrights © 2026