Keterampilan komunikasi interpersonal merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik untuk membangun relasi sosial yang sehat. Namun, banyak peserta didik SMP masih menunjukkan hambatan dalam aspek ini, seperti pasif saat berdiskusi, kurang percaya diri menyampaikan pendapat, dan sulit mengekspresikan perasaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik role playing dalam mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik SMP Jannatun Naim Lampung, serta mengidentifikasi perkembangannya setelah mengikuti layanan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur dan FGD, serta dokumentasi. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu peserta didik kelas VIII yang tinggal di asrama dan memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang perlu dikembangkan. Bimbingan kelompok dilaksanakan dalam empat sesi yang masing-masing berfokus pada aspek komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik role playing mampu menciptakan ruang aman bagi peserta didik untuk berlatih berkomunikasi aktif, memahami perspektif orang lain, serta mengelola respon verbal dan nonverbal melalui simulasi situasi sosial yang realistis. Peserta didik menunjukkan perkembangan positif pada kelima aspek komunikasi interpersonal setelah mengikuti seluruh sesi. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik role playing menunjukkan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik di lingkungan sekolah berbasis pesantren.
Copyrights © 2026