Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang memiliki perilaku agresif yang tinggi di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi perilaku agresif siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavioristik serta menguji pengaruh layanan tersebut terhadap perilaku agresif siswa kelas X.2. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 25 siswa dan 10 siswa dengan kategori perilaku agresif tinggi dipilih sebagai sampel melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan terdapat 1 siswa (4%) pada kategori sangat tinggi, 9 siswa (36%) kategori tinggi, dan 15 siswa (60%) kategori sedang. Setelah diberikan layanan kepada 10 siswa sampel, 8 siswa (80%) berada pada kategori rendah dan 2 siswa (20%) pada kategori sangat rendah. Hasil uji Wilcoxon memperoleh Z = -2,809 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,005 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavioristik berpengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku agresif siswa kelas X.2 SMA Negeri 9 Kota Bengkulu.
Copyrights © 2026