Early mobilization merupakan intervensi keperawatan untuk mempercepat pemulihan pasien pasca operasi dengan anestesi umum, terutama dalam meningkatkan fungsi respirasi. Pasien berisiko mengalami penurunan saturasi oksigen dan perubahan frekuensi napas. Pedoman Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) merekomendasikan mobilisasi dalam 24 jam pertama setelah operasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh early mobilization terhadap saturasi oksigen dan frekuensi napas pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum. Metode: Desain pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 33 pasien melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran SpO2 menggunakan pulse oximeter dan RR sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukan sebelum intervensi, seluruh responden memiliki SpO2 <95% dan sebanyak 57,6% mengalami takipnea. Setelah early mobilization, seluruh responden mencapai SpO2 ≥95% dan RR dalama batas normal. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Early mobilization efektif meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki frekuensi napas, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk mempercepat pemulihan fungsi respirasi.
Copyrights © 2026