Rute pengangkutan sampah yang belum efisien menimbulkan pemborosan jarak tempuh, waktu operasional, dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengoptimalkan rute pengangkutan sampah menggunakan metode saving matrix dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan pengangkut, didukung Metode Nearest Neighbor serta dukungan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan kondisi rute pengangkutan sampah eksisting yang dianalisis terdiri dari 10 rute dengan total jarak tempuh 437 km dan biaya operasional sebesar Rp.164.225.663 per tahun. Setelah dioptimalkan menggunakan Metode Saving Matrix, jumlah rute berhasil dipangkas menjadi 8 rute dengan total jarak tempuh 351,7 km dan biaya operasional Rp.145.486.564 pertahun, sehingga menghasilkan penghematan biaya sebesar RP.18.739.099 per tahun. Dari segi waktu operasional, total waktu pengangkutan berhasil dipangkas dari 1.539 menit (25 jam) menjadi 1.242 menit (20 jam) per hari, atau setara penghematan waktu 297 menit (4 jam 57 menit) per hari. Hasil ini membuktikan bahwa Metode Saving Matrix efektif digunakan untuk mengoptimalkan rute pengangkutan sampah, menekan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi waktu kerja armada di kota Lhokseumawe.
Copyrights © 2026