Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering kali dianggap sulit sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar serta kemampuan literasi numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis penerapan media digital interaktif dalam pendidikan matematika dasar pada periode 2020–2025. Menggunakan metode SLR dengan pedoman PRISMA, data dikumpulkan melalui basis data Google Scholar dan Semantic Scholar, menghasilkan 20 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia animasi, simulasi, dan kuis interaktif secara konsisten meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam memahami konsep matematika. Namun, hasil sintesis mengungkap temuan kritis berupa dominasi penelitian yang masih terfokus pada aspek kognitif semata, sementara studi jangka panjang mengenai retensi ingatan dan pengurangan kecemasan matematika masih sangat minim. Kendala utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur dan kesiapan pedagogi guru. Nilai tambah penelitian ini bagi kebijakan dan praktik adalah penekanan pada perlunya standardisasi kurikulum pelatihan guru berbasis pedagogi digital dan pengembangan platform adaptif. Implikasinya, integrasi media digital harus dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan untuk mengubah peran guru menjadi fasilitator dalam ekosistem belajar digital yang bermakna. Mathematics learning in elementary school is often considered difficult, resulting in low learning motivation and numeracy literacy skills of students. This research aims to systematically review the application of interactive digital media in basic mathematics education during 2020–2025. Using the SLR method and PRISMA guidelines, data were collected from the Google Scholar and Semantic Scholar databases, resulting in 20 articles that met the eligibility criteria for in-depth analysis. The study found that multimedia animations, simulations, and interactive quizzes consistently increased students' motivation and engagement in understanding mathematical concepts. However, the synthesis reveals critical findings: a dominance of research still focused solely on the cognitive aspect, while long-term studies on memory retention and the reduction of mathematical anxiety remain very limited. The main obstacles identified include limited infrastructure and teachers' pedagogical readiness. The added value of this research for policy and practice lies in its emphasis on standardizing the teacher training curriculum around digital pedagogy and the development of adaptive platforms. The implication is that integrating digital media must be done in a context-specific, sustainable way to transform teachers' roles into facilitators within a meaningful digital learning ecosystem.
Copyrights © 2026