Risiko kesehatan dan keselamatan kerja adalah potensi bahaya yang mungkin dialami karyawan di tempat kerja yang dapat menyebabkan kerugian atau cedera. Untuk mencegah terjadinya potensi risiko kecelakaan di area kerja, perlu adanya kegiatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Salah satu perusahaan yang memiliki risiko kecelakaan tinggi adalah PT. XYZ yang merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kegiatan rantai pasok pada PT. XYZ terletak pada distribusi batubara dari kapal tongkang ke tempat penyimpanan hingga ke boiler menggunakan belt conveyor. Meskipun sistem ini efektif dan dapat meningkatkan produktivitas, mereka juga menimbulkan bahaya tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Penerapan metode JSA membantu mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin tidak langsung terlihat dengan memecah pekerjaan menjadi bagian-bagian komponennya. Berdasarkan hasil Job Safety Analysis (JSA) dan Risk Matrix Assessment terhadap 41 tahapan kerja di area belt conveyor PT. XYZ, diperoleh hasil: High = 32 tahapan (32,78%), Moderate = 7 tahapan (17%), serta Low = 2 tahapan (5%) dan Extreme = 0. Memberikan pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kepada seluruh personel, termasuk pelatihan khusus untuk risiko tertentu, melakukan pemantauan rutin untuk pengendalian risiko, dan penghalang fisik untuk membatasi paparan terhadap bahaya.
Copyrights © 2026