Jurnal Veteriner
Vol. 27 No. 2 (2026)

Mikroanatomi Aorta Tikus Putih Jantan Diabetik Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Durian Secara Oral

Diva Nabila Auliaputri (Unknown)
Sri Isdadiyanto (Departemen Biologi Fakultas Sains & Matematika, Universitas Diponegoro)
Sunarno Sunarno (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2026

Abstract

Durian merupakan salah satu antioksidan, antidiabetes dan antiinflamasi alami. Kulit durian mengandung senyawa polifenol dan flavonoid yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan menjadikannya agen terapeutik potensial dalam penanganan penyakit kronis seperti diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol kulit durian terhadap mikroanatomi aorta tikus Sprague-Dawley jantan penderita diabetes, yang ditunjukkan dengan variabel diameter lumen aorta, tebal dinding aorta, keberadaan sel busa, plak fibrosa dan trombus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan strain Sprague-Dawley. Penelitian ini dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan lima kali ulangan dan dilaksanakan selama 28 hari. Kelompk K (-) merupakan hewan uji yang tidak diberi perlakuan. Perlakuan K (+) merupakan hewan uji yang diberi aloksan dengan dosis 125 mg/kg BB. Perlakuan KP1 merupakan hewan uji yang diberi ekstrak kulit durian 500 mg/kg BB; Perlakuan KP2 merupakan hewan uji yang diberi ekstrak kulit durian dosis 750 mg/kg BB, dan Perlakuan KP3 merupakan hewan uji yang diberi ekstrak kulit durian dosis 1000 mg/kg BB. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji sidik ragam pada signifikansi 5% (α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan, kadar glukosa darah hewan uji (mg/dL) setelah induksi aloksan pada K (-), K (+), KP1, KP2, dan KP3, secara berurutan 93,6 ± 9,45; 221,6 ± 152; 260 ± 120; 335,4 ± 204; dan 359,6 ± 148. Perlakuan dengan ekstrak etanol kulit durian (EEKD) menghasilkan kadar glukosa darah hewan uji (mg/dL) pada lima perlakuan, secara berurutan  101,8 ± 8,8; 188,8 ± 15,6; 88 ± 6,67; 84,4 ± 7,99; dan 91,8 ± 7,43.  Berdasarkan data variabel histologis aorta menunjukkan, tidak terdapatnya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p>0.05) pada diameter lumen dan tebal dinding aorta. Pengamatan mikroanatomi menunjukkan adanya sel busa pada K (+) dan tidak terdapatnya kerusakan berarti K (-), KP1, KP2, dan KP3. Simpulan penelitian ini yaitu ekstrak etanol kulit buah durian tidak menyebabkan kerusakan mikroanatomi aorta tikus putih jantan penderita diabetes, ditunjukkan dengan diameter lumen aorta dan tebal dinding aorta yang normal serta tidak ada sel busa, plak fibrosa dan trombus.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

juvet

Publisher

Subject

Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Veterinary

Description

Jurnal Veteriner is a scientific journal encompassing animal science aspects, published since 2000, and until now is consistently published four times a year in March, June, September, and December by Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, associated with Association of Veterinarian ...