This Author published in this journals
All Journal Jurnal Veteriner
Diva Nabila Auliaputri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mikroanatomi Aorta Tikus Putih Jantan Diabetik Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Durian Secara Oral Diva Nabila Auliaputri; Sri Isdadiyanto; Sunarno Sunarno
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 2 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Durian merupakan salah satu antioksidan, antidiabetes dan antiinflamasi alami. Kulit durian mengandung senyawa polifenol dan flavonoid yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan menjadikannya agen terapeutik potensial dalam penanganan penyakit kronis seperti diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol kulit durian terhadap mikroanatomi aorta tikus Sprague-Dawley jantan penderita diabetes, yang ditunjukkan dengan variabel diameter lumen aorta, tebal dinding aorta, keberadaan sel busa, plak fibrosa dan trombus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan strain Sprague-Dawley. Penelitian ini dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan lima kali ulangan dan dilaksanakan selama 28 hari. Kelompk K (-) merupakan hewan uji yang tidak diberi perlakuan. Perlakuan K (+) merupakan hewan uji yang diberi aloksan dengan dosis 125 mg/kg BB. Perlakuan KP1 merupakan hewan uji yang diberi ekstrak kulit durian 500 mg/kg BB; Perlakuan KP2 merupakan hewan uji yang diberi ekstrak kulit durian dosis 750 mg/kg BB, dan Perlakuan KP3 merupakan hewan uji yang diberi ekstrak kulit durian dosis 1000 mg/kg BB. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji sidik ragam pada signifikansi 5% (α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan, kadar glukosa darah hewan uji (mg/dL) setelah induksi aloksan pada K (-), K (+), KP1, KP2, dan KP3, secara berurutan 93,6 ± 9,45; 221,6 ± 152; 260 ± 120; 335,4 ± 204; dan 359,6 ± 148. Perlakuan dengan ekstrak etanol kulit durian (EEKD) menghasilkan kadar glukosa darah hewan uji (mg/dL) pada lima perlakuan, secara berurutan  101,8 ± 8,8; 188,8 ± 15,6; 88 ± 6,67; 84,4 ± 7,99; dan 91,8 ± 7,43.  Berdasarkan data variabel histologis aorta menunjukkan, tidak terdapatnya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p>0.05) pada diameter lumen dan tebal dinding aorta. Pengamatan mikroanatomi menunjukkan adanya sel busa pada K (+) dan tidak terdapatnya kerusakan berarti K (-), KP1, KP2, dan KP3. Simpulan penelitian ini yaitu ekstrak etanol kulit buah durian tidak menyebabkan kerusakan mikroanatomi aorta tikus putih jantan penderita diabetes, ditunjukkan dengan diameter lumen aorta dan tebal dinding aorta yang normal serta tidak ada sel busa, plak fibrosa dan trombus.