Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi kronis apabila tidak terdeteksi sejak dini. Warga Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, khususnya yang memiliki riwayat keluarga DMT2, masih memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terbatas dalam melakukan pemantauan gula darah secara mandiri menggunakan glukometer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam pemantauan gula darah mandiri sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2026 dengan melibatkan 100 peserta melalui tahapan observasi awal, edukasi kesehatan, pelatihan praktik penggunaan glukometer dengan pendampingan individual, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan proporsi kategori pengetahuan baik meningkat dari 27% menjadi 81% dan rata-rata skor meningkat dari 62,4 menjadi 85,6. Keterampilan peserta dalam menggunakan glukometer secara mandiri juga meningkat dari 20% menjadi 83%. Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan 69% peserta dalam kategori normal, 14% prediabetes, dan 17% diabetes. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Telaga Sari terkait pemantauan gula darah mandiri, sekaligus mengidentifikasi warga berisiko yang memerlukan tindak lanjut medis lebih lanjut.
Copyrights © 2026