Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penerapan serta tantangan metodologis dalam penggunaan instrumen valuasi ekonomi non-pasar di Indonesia. Melalui pendekatan tinjauan pustaka kualitatif, studi ini menyintesis publikasi ilmiah terindeks SINTA 1 hingga 4 pada rentang tahun 2018 sampai 2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode stated preference dan revealed preference masih dihadapkan pada kendala metodologis utama, seperti hypothetical bias serta masalah overdispersion pada data cacahan. Kondisi tersebut memicu timbulnya research-to-policy gap, sehingga estimasi moneter jasa lingkungan belum diintegrasikan secara optimal ke dalam pembuatan kebijakan publik maupun sistem penganggaran daerah. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan pedoman standar operasional nasional serta penerapan model ekonometrika tingkat lanjut untuk memperkuat keabsahan dan legitimasi hukum hasil valuasi ekonomi di Indonesia.
Copyrights © 2026