Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang sering mengakibatkan gangguan komunikasi verbal (disartria/afasia), sehingga menghambat proses pemulihan pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendampingi pasien pasca-stroke melalui pelatihan terapi vokal AIUEO serta penggunaan alat pemeriksaan kesehatan dasar. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi wilayah, edukasi materi stroke, pelatihan praktis artikulasi vokal AIUEO, serta praktik mandiri penggunaan tensimeter digital dan glukometer multifungsi. Kegiatan ini melibatkan 12 orang kader kesehatan di Kelurahan Dembe Jaya. Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan awal kader berada pada kategori cukup dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 72. Setelah diberikan edukasi dan pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan hingga kategori baik dengan rata-rata nilai 100. Kendala awal berupa rasa malu kader saat mempraktikkan artikulasi vokal dan keraguan dalam menggunakan alat pemeriksaan berhasil diatasi melalui pendampingan intensif serta pendekatan simulasi yang santai. Pelaksanaan kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas dan tingkat kepercayaan diri kader kesehatan, sehingga memperkuat peran kader dalam mendukung pemulihan komunikasi serta pemantauan kesehatan pasien pasca-stroke di masyarakat
Copyrights © 2026