Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan keluhan yang umum pada mahasiswa pendidikan profesi kedokteran gigi akibat postur statis dan gerakan berulang selama prosedur klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh static stretching terhadap keluhan MSDs pada mahasiswa pendidikan profesi kedokteran gigi di RSIGM X Semarang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan non-equivalent pre-test–post-test control group. Sebanyak 60 mahasiswa dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30). Keluhan MSDs diukur menggunakan Nordic Body Map (NBM). Kelompok intervensi melakukan static stretching selama 5 menit yang terdiri atas sembilan gerakan tubuh bagian atas, dua kali seminggu selama dua minggu. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Proporsi keluhan MSDs kategori rendah pada kelompok intervensi meningkat dari 43,3% menjadi 70,0%, sedangkan kategori sedang menurun dari 53,3% menjadi 30,0%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pretestdan post-test pada kelompok intervensi (p=0,003), tetapi tidak pada kelompok kontrol (p=1,000). Tidak terdapat perbedaan antarkelompok pada pre-test (p=0,622), sedangkan pada post-test terdapat perbedaan signifikan (p=0,009). Static stretching berkaitan dengan perubahan signifikan keluhan MSDs pada mahasiswa pendidikan profesi kedokteran gigi.
Copyrights © 2026