JIhan Faradisha
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERVENSI STATIC STRETCHING UNTUK MENURUNKAN KELUHAN MSDS PADA MAHASISWA PROFESI KEDOKTERAN GIGI Adiyani Dea Ulhaq; JIhan Faradisha
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58170/jkla.v9i1.317

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan keluhan yang umum pada mahasiswa pendidikan profesi kedokteran gigi akibat postur statis dan gerakan berulang selama prosedur klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh static stretching terhadap keluhan MSDs pada mahasiswa pendidikan profesi kedokteran gigi di RSIGM X Semarang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan non-equivalent pre-test–post-test control group. Sebanyak 60 mahasiswa dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30). Keluhan MSDs diukur menggunakan Nordic Body Map (NBM). Kelompok intervensi melakukan static stretching selama 5 menit yang terdiri atas sembilan gerakan tubuh bagian atas, dua kali seminggu selama dua minggu. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Proporsi keluhan MSDs kategori rendah pada kelompok intervensi meningkat dari 43,3% menjadi 70,0%, sedangkan kategori sedang menurun dari 53,3% menjadi 30,0%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pretestdan post-test pada kelompok intervensi (p=0,003), tetapi tidak pada kelompok kontrol (p=1,000). Tidak terdapat perbedaan antarkelompok pada pre-test (p=0,622), sedangkan pada post-test terdapat perbedaan signifikan (p=0,009). Static stretching berkaitan dengan perubahan signifikan keluhan MSDs pada mahasiswa pendidikan profesi kedokteran gigi.
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN MASA KERJA DENGAN DERAJAT GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA INDUSTRI MANUFAKTUR Rizqy Kartika Sari; Isna Qadrijati; Tyas Lilia Wardani; Jihan Faradisha; Reni Wijayanti; Afrian Eskartya Harjono; Ayu Prima Kartika; Ratna Fajariani
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58170/jkla.v9i1.318

Abstract

Industri pembuatan pakaian memiliki potensi pajanan debu dan serat kain yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan pada pekerja. Karakteristik individu dan pekerjaan, seperti jenis kelamin dan masa kerja, diduga berkaitan dengan derajat sesak yang dialami pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jenis kelamin dan masa kerja dengan derajat sesak pada pekerja industri pembuatan pakaian. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 50 pekerja, dengan 39 pekerja dipilih sebagai sampel menggunakan purposive sampling. Data jenis kelamin dan masa kerja diperoleh melalui kuesioner, sedangkan derajat sesak dinilai berdasarkan pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometer. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan derajat sesak (p<0,001), serta antara masa kerja dengan derajat sesak (p=0,040). Pekerja perempuan lebih banyak mengalami sesak derajat sedang hingga sangat berat, sedangkan pekerja dengan masa kerja ≥5 tahun menunjukkan proporsi sesak sangat berat lebih tinggi. Pengendalian paparan debu dan serat kain, penggunaan alat pelindung pernapasan, perbaikan ventilasi, dan pemeriksaan kesehatan pernapasan secara berkala diperlukan sebagai upaya pencegahan gangguan pernapasan pekerja.
PROGRAM SAPA RENGGINAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA UMKM X Erliana Nur Azizah; Jihan Faradisha; Rizky Maharja
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58170/jkla.v9i1.321

Abstract

Penerapan K3 sering terkendala oleh keterbatasan pengetahuan, fasilitas, dan kepatuhan. Produksi rengginan memiliki berbagai bahaya, seperti paparan panas, peralatan kerja, lantai licin, aktivitas berulang, dan bahaya ergonomi. Penelitian ini bertujuan menilai perubahan kepatuhan K3 setelah penerapan Program SAPA Rengginan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest, melibatkan 25 pekerja UMKM di Kabupaten Jombang yang dipilih melalui total sampling. Intervensi meliputi edukasi K3, pelatihan penggunaan APD, identifikasi bahaya, penerapan prosedur kerja aman, dan pemantauan. Kepatuhan K3 dinilai berdasarkan penggunaan APD, prosedur kerja aman, perilaku keselamatan, serta kebersihan dan keselamatan tempat kerja. Analisis dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata pretest dan posttest. Rata-rata kepatuhan meningkat dari 58 menjadi 82 pada penggunaan APD, 61 menjadi 85 pada prosedur kerja aman, 59 menjadi 84 pada perilaku keselamatan, dan 63 menjadi 86 pada kebersihan dan keselamatan tempat kerja. Peningkatan terbesar terjadi pada perilaku keselamatan, yaitu sebesar 25 poin, dari 59 menjadi 84. Program SAPA Rengginan menunjukkan peningkatan kepatuhan K3 pada seluruh aspek yang dinilai. Integrasi edukasi, pelatihan APD, identifikasi bahaya, penerapan prosedur kerja aman, dan pemantauan dapat mendukung penerapan K3 pada UMKM.