Penelitian ini berangkat dari persoalan pemahaman nasionalisme siswa sekolah dasar yang belum menunjukkan capaian optimal. Gejalanya antara lain tercermin dari ketidakmampuan sebagian siswa mengenali simbol kenegaraan secara tepat, belum kuatnya penghargaan terhadap kebudayaan setempat, serta pola pembelajaran yang kurang variatif sehingga atensi siswa mudah terdistorsi. Atas dasar persoalan tersebut, penelitian ini diarahkan untuk menguji pengaruh sekaligus mengukur kemanjuran model Teams Games Tournament “Permainan Estafet” dalam menguatkan pemahaman nasionalisme siswa.Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui rancangan kuasi-eksperimental. Pemilihan subjek dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah keseluruhan 51 siswa kelas II sekolah dasar yang berada di Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Pemerolehan data dilakukan melalui instrumen tes berbentuk pilihan ganda yang diberikan pada tahap pre-test dan post-test, serta diperkuat dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil analisis menunjukkan bahwa uji t sampel independen menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Temuan tersebut mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan TGT “Permainan Estafet” terhadap pemahaman nasionalisme siswa. Pada kelompok eksperimen, rerata skor meningkat dari 52,81 pada pengukuran awal menjadi 84,21 setelah perlakuan diberikan. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,70 berada pada kategori tinggi. Dengan demikian, Teams Games Tournament “Permainan Estafet” terbukti memiliki pengaruh yang signifikan serta tingkat efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan pemahaman nasionalisme siswa sekolah dasar. Model tersebut dapat menjadi alternatif pedagogis yang memadukan aktivitas beregu, permainan, dan kompetisi untuk menghadirkan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih aktif dan bermakna.
Copyrights © 2026