Karakter disiplin dan sopan santun merupakan nilai dasar yang harus ditanamkan sejak usia dini sebagai bekal anak berinteraksi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Artikel ini bertujuan mengkaji strategi penanaman karakter disiplin dan sopan santun pada anak usia dini melalui implementasi kegiatan sehari-hari, ditinjau dari teori pendidikan dan perspektif Al-Qur'an serta Hadis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan, pengelompokan, dan interpretasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penanaman karakter disiplin dan sopan santun dapat dijelaskan melalui tiga landasan teori, yaitu teori belajar sosial Albert Bandura, teori behavioristik B.F. Skinner, dan teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg, yang masing-masing menekankan peran keteladanan, penguatan, dan penalaran moral anak. Dalam perspektif Islam, penanaman kedua karakter tersebut merupakan wujud pembentukan akhlakul karimah yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadis. Implementasinya di lembaga PAUD dilakukan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan aturan bersama, pembiasaan dan keteladanan, pendampingan dengan penguatan positif, serta refleksi bersama orang tua. Sinergi antara pembiasaan, keteladanan, penguatan positif, dan nilai-nilai keislaman menjadi strategi efektif dalam membentuk anak yang disiplin, santun, dan berakhlak mulia.
Copyrights © 2026