Keaktifan belajar murid merupakan aspek penting dalam pembelajaran IPAS karena keterlibatan langsung memungkinkan murid mengamati, bertanya, berdiskusi, mencari informasi, bekerja sama, dan mengomunikasikan hasil belajar. Namun, observasi awal pada kelas V SDN Blotongan 02 Salatiga menunjukkan keaktifan murid masih rendah dan belum merata; hanya 7 dari 22 murid (31,82%) yang mencapai kategori aktif. Wawancara dengan guru kelas menunjukkan sebagian murid masih menunggu arahan, belum berani bertanya atau menyampaikan pendapat, dan belum terlibat merata dalam kegiatan kelompok. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan belajar murid melalui model Group Investigation yang dipadukan dengan eksplorasi lingkungan pada materi Harmoni dalam Ekosistem. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart melalui prasiklus, Siklus I, dan Siklus II. Subjek penelitian berjumlah 22 murid kelas V. Data utama dikumpulkan melalui lembar observasi dengan delapan indikator keaktifan, sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan capaian antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan murid meningkat dari 31,82% pada prasiklus menjadi 68,18% pada Siklus I dan 86,36% pada Siklus II. Peningkatan didukung oleh penyederhanaan petunjuk LKPD, pilihan aktivitas menulis dan menggambar, penguatan konsep sebelum investigasi, serta pembagian peran kelompok yang lebih jelas. Pada Siklus II, 19 dari 22 murid mencapai kategori aktif sehingga melampaui kriteria keberhasilan 75%. Data hasil belajar sebagai pendukung juga meningkat, dengan nilai rata-rata 70,91 menjadi 86,36 dan ketuntasan 36,36% menjadi 81,82%. Dengan demikian, Group Investigation melalui eksplorasi lingkungan dapat meningkatkan keaktifan belajar murid dan mendukung pengalaman belajar IPAS yang lebih partisipatif dan kontekstual.
Copyrights © 2026