Koordinasi menentukan keterpaduan keputusan, tindakan, dan relasi dalam tata kelola pendidikan Islam, tetapi kajian yang ada masih memisahkan teori koordinasi organisasi modern dari basis normatif Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi Model Koordinasi Syura–Ta‘awun–Ukhuwah (STU) dalam manajemen pendidikan Islam. Penelitian menggunakan studi kepustakaan kualitatif, tafsir maw??‘?, analisis tematik hadis, dan sintesis konseptual terhadap sumber normatif serta literatur koordinasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan kepercayaan organisasi. Hasil penelitian menghasilkan tiga dimensi dan sembilan indikator konseptual: syura/koordinasi partisipatif (partisipasi, deliberasi, penyelarasan keputusan), ta‘awun/koordinasi kolaboratif (pembagian peran, kolaborasi tugas, dukungan timbal balik), serta ukhuwah/koordinasi relasional (kepercayaan interpersonal, solidaritas kelembagaan, resolusi konflik konstruktif). Model STU mengintegrasikan penyelarasan keputusan, tindakan, dan hubungan dalam satu kerangka koordinasi bernilai etik-teologis. Secara teoretis, model ini memperluas konseptualisasi koordinasi pendidikan Islam; secara praktis, model dapat menjadi kerangka evaluasi koordinasi kelembagaan serta dasar pengembangan instrumen dan pengujian empiris berikutnya.
Copyrights © 2026