Penelitian ini menganalisis ambivalensi integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan menengah melalui tinjauan literatur sistematis. Tujuan penelitian adalah memetakan dampak AI terhadap perkembangan kognitif dan moral remaja serta merumuskan strategi literasi etis yang solutif. Menggunakan kerangka Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Teori Perkembangan Moral Lawrence Kohlberg, penelitian ini mengidentifikasi bahwa meskipun AI berpotensi meningkatkan motivasi dan efisiensi belajar, ketergantungan pada jawaban instan memicu risiko degradasi nalar kritis dan pergeseran modus ketidakjujuran akademik yang sistemik. Analisis dialektis terhadap literatur terkini menunjukkan adanya ketegangan antara efisiensi instruksional dan perlunya ruang refleksi intelektual yang otentik. Hasil temuan menegaskan bahwa efisiensi teknis tanpa penguatan agensi kognitif dan stimulasi emosi moral justru kontraproduktif terhadap perkembangan siswa. Penelitian ini merekomendasikan transisi paradigma pendidikan dari restriksi akses menuju kurikulum literasi etis berbasis agensi kognitif. Integrasi pendekatan holistik yang menyinergikan pengembangan nalar logis dan pematangan karakter sangat diperlukan untuk menjaga esensi pendidikan di era disrupsi, sehingga teknologi berfungsi sebagai perancah kognitif yang memperkuat integritas akademik, bukan menjadi substitusi yang melemahkan karakter generasi muda.
Copyrights © 2026